Rekamjabar.com (Kuningan) – Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Gunung Djati Bandung bersama Pemerintah Kabupaten Kuningan memperkuat kolaborasi dalam pelaksanaan Kuliah Kerja Nyata (KKN) Organisasi Daerah (Orda) Mitra Pemda Kabupaten Kuningan Tahun 2026. Sebanyak 45 mahasiswa secara resmi diserahkan kepada Pemerintah Desa Sagarahiang, Kecamatan Darma, sebagai peserta KKN yang akan menjalankan program pengabdian kepada masyarakat berbasis Sistem Pemberdayaan Masyarakat (SISDAMAS) selama 36 hari.
Prosesi penyerahan ditandai dengan penyematan lanyard dan rompi KKN kepada perwakilan mahasiswa sebagai simbol dimulainya kegiatan pengabdian. Acara kemudian dilanjutkan dengan penandatanganan berita acara antara UIN Sunan Gunung Djati Bandung dan Pemerintah Desa Sagarahiang sebagai bentuk komitmen bersama dalam mendukung pelaksanaan pemberdayaan masyarakat melalui pendekatan partisipatif.
Kegiatan pembukaan dihadiri oleh perwakilan Pemerintah Kabupaten Kuningan, Pemerintah Kecamatan Darma, Pemerintah Desa Sagarahiang, Dosen Pembimbing Lapangan (DPL), tokoh masyarakat, serta seluruh mahasiswa peserta KKN Orda Mitra Pemda Kabupaten Kuningan Tahun 2026.
Baca Juga : Hari Anak Nasional 2026, Ika Siti Rahmatika Dorong Perlindungan Anak Jadi Gerakan Bersama
Koordinator Desa KKN, Muhammad Fadil, dalam laporannya menyampaikan bahwa sebanyak 45 mahasiswa yang mengikuti program tersebut berasal dari berbagai fakultas dan disiplin ilmu di lingkungan UIN Sunan Gunung Djati Bandung. Keberagaman latar belakang akademik tersebut diharapkan mampu melahirkan program pengabdian yang inovatif dan sesuai dengan kebutuhan serta potensi yang dimiliki Desa Sagarahiang.
Selanjutnya, Ketua Umum Organisasi Daerah KAMUNING selaku penanggung jawab KKN Orda 2026 memaparkan konsep pelaksanaan KKN berbasis SISDAMAS. Ia menjelaskan bahwa program Kuliah Kerja Nyata telah menjadi bagian dari pendidikan tinggi di Indonesia sejak tahun akademik 1971/1972. Dengan ribuan perguruan tinggi yang ada saat ini, KKN diharapkan mampu memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan desa. Namun, menurutnya, tidak sedikit program KKN yang berhenti ketika masa pengabdian mahasiswa selesai karena belum sepenuhnya disusun berdasarkan kebutuhan masyarakat dan kurang melibatkan warga dalam setiap proses pelaksanaannya.
Karena itu, UIN Sunan Gunung Djati Bandung menerapkan pendekatan Sistem Pemberdayaan Masyarakat (SISDAMAS) sebagai metode pelaksanaan KKN. Pendekatan tersebut dilaksanakan melalui empat tahapan, yaitu sosialisasi awal, rembug warga dan refleksi sosial, pemetaan sosial serta pengorganisasian masyarakat, perencanaan partisipatif dan sinergi program, hingga pelaksanaan kegiatan yang disertai monitoring dan evaluasi bersama masyarakat.
Dosen Pembimbing Lapangan (DPL), Dr. H. Rohmanur Aziz, S.Sos.I., M.Ag., mengapresiasi Pemerintah Desa Sagarahiang yang telah menerima mahasiswa UIN Sunan Gunung Djati Bandung untuk melaksanakan KKN. Menurutnya, program tersebut merupakan implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi yang memberi kesempatan kepada mahasiswa untuk mengaplikasikan ilmu pengetahuan sekaligus belajar langsung dari kehidupan masyarakat. Ia juga mengingatkan pentingnya menjaga etika, membangun komunikasi yang baik, serta menghormati nilai sosial dan budaya setempat selama menjalankan pengabdian.
Kepala Desa Sagarahiang, Airka, S.E., M.M., menyampaikan ucapan selamat datang kepada seluruh peserta KKN sekaligus mengapresiasi kepercayaan yang diberikan kepada desanya sebagai lokasi pelaksanaan program. Ia berharap mahasiswa mampu menjaga nama baik almamater, menjalin hubungan yang harmonis dengan masyarakat, serta menghadirkan berbagai program yang memberikan manfaat nyata bagi pembangunan desa.
Mewakili Bupati Kuningan, Drs. H. Deniawan, M.Si. selaku Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Sekretariat Daerah Kabupaten Kuningan mengapresiasi sinergi antara UIN Sunan Gunung Djati Bandung, KAMUNING, Dosen Pembimbing Lapangan, pemerintah desa, dan seluruh pihak yang telah berkolaborasi dalam penyelenggaraan KKN Orda Mitra Pemda Kabupaten Kuningan Tahun 2026. Menurutnya, kolaborasi antara perguruan tinggi dan pemerintah daerah menjadi bagian penting dalam mendukung pembangunan daerah yang berkelanjutan.
Ia menambahkan bahwa keberhasilan pembangunan tidak hanya diukur dari pembangunan fisik, tetapi juga dari kemampuan menghadirkan inovasi dan pemberdayaan masyarakat. Karena itu, mahasiswa diharapkan mampu menjadi penghubung antara ilmu pengetahuan yang diperoleh di kampus dengan kebutuhan nyata masyarakat. Selain melaksanakan program kerja, mahasiswa juga diharapkan aktif mendengarkan aspirasi warga, menjunjung tinggi etika, serta menghormati adat istiadat setempat agar manfaat program tetap dirasakan masyarakat setelah KKN berakhir.
Melalui KKN Orda Mitra Pemda Kabupaten Kuningan Tahun 2026, UIN Sunan Gunung Djati Bandung bersama Pemerintah Kabupaten Kuningan menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat sinergi antara perguruan tinggi, pemerintah daerah, pemerintah desa, dan masyarakat. Kolaborasi tersebut diharapkan mampu melahirkan berbagai program pemberdayaan yang berkelanjutan sekaligus menjadi ruang pembelajaran bagi mahasiswa dalam mengimplementasikan ilmu pengetahuan untuk mendukung pembangunan desa.
KKN Orda Mitra Pemda Kabupaten Kuningan merupakan program pengabdian kepada masyarakat yang diselenggarakan oleh UIN Sunan Gunung Djati Bandung bekerja sama dengan Keluarga Mahasiswa Kuningan (KAMUNING). Program ini menjadi jembatan kolaborasi antara perguruan tinggi dan Pemerintah Kabupaten Kuningan dalam mendorong pemberdayaan masyarakat melalui pendekatan SISDAMAS. Selain memberikan manfaat bagi masyarakat desa, program ini juga menjadi sarana bagi mahasiswa untuk mengimplementasikan ilmu pengetahuan sekaligus memperkuat peran perguruan tinggi dalam mendukung pembangunan daerah. (iyul)