Bandung, Rekamjabar – PDIP Kota Bandung terus mendorong seluruh kader khususnya para kader muda untuk mempunyai kualitas kepemimpinan yang unggul. Hal itu dilakukan melalui Seminar Leader in Action dengan tema “Menumbuhkan Kepemimpinan Melalui Tantangan” yang digelar di Bumi Sangkuriang Hotel Bandung, Kamis (27/11/2025).
Wakil Ketua DPC PDIP Kota Bandung, Ari Setiasakti mengatakan bahwa seminar tersebut menjadi sarana para kader untuk meningkatkan kualitas diri khususnya sebagai pemimpin baik secara internal di partai maupun secara eksternal di masyarakat.
“Harapan kami ini estafet kepemimpinan di tingkat DPC, PAC, ranting, anak ranting itu bisa secara alamiah sesuai dengan kebutuhan bahwa kita butuh sekali anak-anak muda. Anak-anak muda kita yakini sebagai agen perubahan,” kata Ari saat diwawancarai usai acara.
Di sisi lain, langkah PDIP Kota Bandung itu diapresiasi secara langsung oleh Ketua KNPI Kota Bandung, Beni Aji Satria yang turut hadir sebagai pemateri seminar. Ia mengungkapkan bahwa KNPI mendukung digelarnya seminar tersebut sebagai sarana meningkatkan partisipasi politik anak muda.
Mengingat, sebanyak 60 sampai 70 persen masyarakat Kota Bandung sendiri merupakan anak muda yang menjadi salah satu tantangan partai politik dalam menata ulang representasi mereka agar lebih diterima anak muda.
“Kita didominasi oleh generasi milenial dan generasi Z sudah mulai ee apa mendorong ya dalam mendominasi di kehidupan bermasyarakat begitu ya. Nah, partai politik harus mengambil langkah strategis untuk bagaimana menarik dan membeli hati para ee anak muda,” ungkap dia.
Ia menegaskan bahwa KNPI Kota Bandung sangat terbuka bagi semua partai politik yang ingin merangkul anak muda sebagai bagian dari kepemimpinan masa depan di masyarakat. Apalagi memberikan pengenalan baru tentang partai politik yang lebih dekat dan bisa diterima oleh anak muda.

Baca Juga: PDIP Kota Bandung Dorong Koperasi Jadi Jalan Kesejahteraan Masyarakat
“Nah ini anak muda KNPI siap menjadi wadah untuk kita mendobrak ke pintu-pintu yang memang selama ini masih tertutup yang masih didominasi oleh kelompok senior. Kita perlu dibimbing oleh para senior untuk bisa lebih mengaktualisasikan diri, meningkatkan kemampuan dari para pemuda untuk menyelesaikan sebagian atau keseluruhan masalah-masalah yang terjadi di Kota Bandung,” tegas dia.
Di sisi lain, Pengamat Politik Universitas Pasundan Bandung Fahmi Iss Wahyudi yang turut menjadi pemateri menuturkan bahwa perlu adanya respon lain dari partai politik di tengah apatisme anak-anak muda terhadap politik. Apalagi, politik kepar dinilai sebagai hal yang kolot dan hanya diisi oleh para orang tua.
“Saya kira itu juga perlu di respon oleh partai politik. Salah satunya misalnya bagaimana membentuk struktur organisasi yang agile, yang yang adaptif, yang tentu saja bisa memenuhi ekspektasi terutama misalnya kalangan muda dalam konteks pemilik atau yang komposisinya hari ini dalam struktur pemilih besar sekali,” tutur Fahmi.
Menurutnya, perlu ada langkah konkret dari partai politik dalam merubah struktur kepengurusan dan budaya partai agar lebih adaptif dan fleksibel seperti yang dipilih oleh kebanyakan anak muda saat ini. Dimana mereka lebih cenderung enggan dengan hal-hal yang terikat dan lebih menyukai hal-hal yang fleksibel.
“Jadi ya ke depannya memang partai politik diminta memiliki organisasi struktur pengurus yang agile, yang adaptif, yang fleksibel, yang mampu memenuhi ekspektasi pemilih khususnya kalangan muda. Kan partai politik itu direpresentasikan oleh pengurus, anggota, dan struktur, dan seterusnya begitu,” ungkap Fahmi.
Ia menekankan agar partai politik bisa meminimalisir pandangan negatif dari publik dan memberikan representasi kesamaan dan kedekatan antara partai politik dan anak muda.
“Jadi saya kira untuk meminimalisir pandangan publik terkait ya partai politik yang hanya didominasi oleh orang-orang tua, ya salah satunya partai politik juga memberikan representasi pada kalangan muda misalnya untuk berada dalam struktur organisasi agar tadi dengan adanya kalangan muda akan dianggap jauh lebih dekat nanti dengan pemilih terutama kalangan muda di Kota Bandung,” tandas dia.
(np)

