Jelang Pemilu, Komisi 1 Lakukan Studi Banding. Yosa: “Jabar Sudah Mulai Persiapan”

Bagikan:

Anggota Komisi I DPRD Provinsi Jawa Barat Yosa Octora Santono, S.Si., M.M. Foto: Istimewa

Rekamjabar.com (Bandung) – Anggota Komisis I DPRD Provinsi Jawa Barat Yosa Octora Santono, S.Si., M.M. menyebutkan bahwa Jawa Barat mulai melakukan persiapan menjelang Pemilu 2024 yang dua bulan lagi akan digelar.

Legislator yang kerap disapa A Yosa tersebut pernah mengingatkan terkait kesiapan Jawa Barat dalam menghadapi Pemilu 2024 khsusnya terkait potensi kerawanan.

“Beberapa hari yang lalu saya sudah katakan Jawa Barat harus siap menghadapi pemilu khususnya potensi kerawanan yang akan terjadi. Jabar sekarang ada di urutan keempat provinsi dengan tingkat kerawanan politik nasional. Jika kita lihat kembali kepada Pemilu 2019, hawa politik di Jabar selalu saja panas karena dampak isu dan aksi tertentu dalam kontestasi Pemilu.” Ujarnya kepada rekamjabar.

Baca Juga: Potensi Kerawanan pemilu 2024 Di Jawa Barat, Yosa “Kita Harus Antisipasi!!!”

Maka dari itu Jawa Barat sudah seharusnya memulai persiapan sedari sekarang mengingat gelaran Pemilu akan dilaksanakan dua bulan lagi. A Yosa meyebutkan jika Jawa Barat sudah mulai melakukan persiapan khususnya Komisi I DPRD Provinsi Jawa Barat sebagai unsur pengawasa dalam jalannya pemilu ini.

“…dan hari ini Jawa Barat khususnya kami Komisi I DPRD Provinsi Jawa Barat suda mulau melakukan persiapan itu…” sambungnya.

Persiapan yang sudah mulai dilakukan Komisi I DPRD Provinsi Jawa Barat diantaranya adalah pertama mengingatkan dan berkoridinasi dengan pihak-pihak terkait untuk pengawasan keamanan pemilu, kedua Komisi I DPRD Provinsi Jawa Barat sudah melakukan Studi Banding ke Kesbangpol DI Yogyakarta pada 24 Desember 2023 kemarin untuk berkoordinasi terkait beberapa hal tentang persiapan Pemilu di Yogyakarta sebagai perbandingan.

“…yang pertama kemarin kami sudah mengingatkan terkait kerawanan politik Jawa Barat menjelang pemilu dan kami sudah berkoridinasi dengan pihak-pihak terkait untuk masalah itu. Kedua kami kemarin sudah melakukan kunjungan juga untuk studi banding ke Bakesbangpol DI Yogyakarta, kami berkoridinasi tentang tahapan persiapan, penyelenggaraan, pengamanan serta khususnya netralitas aparatur negara serta pembiayaan Pemilu…” tuturnya.

A Yosa juga menyebutkan kunjungan kerja atau studi banding ke Bakesbangpol DI Yogyakarta bukan tanpa alasan. Ia menyebutkan bahwa Yogyakarta merupakan kota pelajar yang udah tentu memiliki kampus dan mahasiswa yang cukup banyak sehingga besar kemungkinan dinamika politik Pemilu 2024 di Yogyakarta cukup panas.

“…kenapa harus Yogyakarta? Kita melihat dari status Yogyakarta ini sendiri selain sebagai daerah istimewa juga sebagai kota oelajar yang sudah tentu banyak mahasiswanya, banyak aktivis dan juga kelompok kelompok lainnya yang akan berpengaruh dalam dinamika politik nanti. Selain itu Yogyakarta juga provinsi dengan tingkat kerawanan politik nasional. Nah kami mencoba berkordinasi siapa tahu mekanisme, cara atau strategi persiapan pemilu dari sana ada yang bisa kita terapkan disini di Jawa Barat…” ungkapnya. (niko)

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll to Top