Kuningan, Rekamjabar – Sebanyak tujuh siswa SMPIT Al-Multazam 2 Kuningan berhasil menyabet gelar juara di ajang Internasional Robotic Training Competition di Kuala Lumpur Malaysia pada 4 Oktober 2025 kemarin.
Dalam ajang robotika tingkat internasional itu, SMPIT Al Multazam 2 berhasil menjuarai tujuh kategori sekaligus.
Dari tujuh kategori, para siswa berhasil menyabet dua emas dari kategori Line Following Analog dan Sumo 3 Kilogram, dua perak dari kategori Line Following Micro dan Sumo 1 Kilogram, satu perunggu dari kategori Soccer 1 Kilogram.
Selain menyabet emas, perak dan perunggu sekaligus, SMPIT Al Multazam 2 Kuningan juga berhasil menyabet gelar juara dua di kategori Best Strategi Soccer Berkaki dan juara tiga kategori Best Score Soccer Berkaki.
Kepala Sekolah SMPIT Al Multazam 2 Kuningan, Heri Ramuja mengungkapkan bahwa ini merupakan prestasi yang luar biasa dan sangat istimewa bagi sekolahnya.
Hal itu dikarenakan Internasional Robotic Training Competition ini merupakan kompetisi robotika tingkat internasional pertama yang diikuti SMPIT Al Multazam 2 Kuningan.
“Alhamdulillah, ini merupakan prestasi yang luar biasa bagi kami. Kejuaraan ini adalah kejuaraan perdana yang kita ikuti di level internasional maka akan sangat terasa luar biasa dan sangat istimewa. Ini merupakan sebuah kebanggaan, sejarah dan perolehan tinta emas yang luar biasa,” ungkap Heri saat diwawancarai di SMPIT Al-Multazam 2 Kuningan, Jumat (10/10/2025).
Ia menyebut, perolehan juara robotika di tingkat internasional ini menjadi dorongan motivasi bagi sekolah khususnya para siswa untuk terus mengembangkan ekosistem dan keahlian robotika di SMPIT Al-Multazam 2 Kuningan.
“Dengan prestasi ini akan menjadi sebuah dorongan dan motivasi yang positif untuk para santri dan kita akan terus mengembangkan ekosistem robotika di SMPIT Al-Multazam 2,” ucap dia.
Selain itu, ia mengatakan bahwa pihak sekolah juga bakal memberikan apresiasi dan penghargaan kepada para siswa atau santri yang telah membawa harum nama Indonesia dan SMPIT Al Multazam 2 Kuningan di ajang robotika internasional itu.
“Untuk para santri yang menjadi juara, kami juga memberikan berupa sertifikat penghargaan baik dari panitia lomba maupun dari internal kita, berikut dengan uang pembinaan agar santri terus meningkatkan kualitas dan terus meningkatkan kompetensi agar kedepan lebih baik,” kata Heri.
Heri berharap, SMPIT Al Multazam 2 Kuningan bisa terus mempertahankan gelar juara yang telah diraih dengan terus mengembangkan robotika di sekolahnya.
“Ya tentunya kedepan kita berharap bisa mempertahankan apa-apa yang sudah kita peroleh hari ini, terutama yang sudah baik, dan insya Allah sudah akan terus meningkatkan diri dan memantaskan diri agar kedepan bisa memperoleh yang lebih baik,” harap dia.

Sementara itu, salah satu siswa yang berhasil menyabet emas di kategori Line Following Analog, Mochamad Raesha Wibishana (13) menuturkan bahwa dirinya sangat senang karena berhasil menjuarai kompetisi robotika internasional tersebut.
“Perasaan saya senang dan bangga karena mendapat mengikuti lomba robotik internasional ini,” tutur Wibhi.
Siswa asal Indramayu itu menerangkan bahwa dirinya bersama teman-teman lainnya telah mempersiapkan diri untuk kompetisi tersebut sejak dua Minggu sebelumnya. Ia sendiri mengaku telah menyiapkan mental serta robotnya selama kurun waktu dua minggu tersebut.
“Persiapan yang dibutuhkan selama dua minggu. Persiapan mental, pemikiran, dan tenaga. Robot yang mengikuti garis, robot sumo, robot soccer. Selalu berdoa untuk meminta kemenangan kepada Allah, selalu memperhatikan keadaan robot kita dan berusaha semaksimal mungkin,” terang dia.

Selain Wibhi, siswa lainnya yang berhasil menyabet perak, Ibrahim Arsyad (15) membeberkan bahwa dalam masa persiapan selama dua Minggu itu, dirinya selalu memperhatikan robot yang telah dibuatnya agar selalu dalam kondisi baik dan maksimal. Sehingga tidak ada kendala saat dibawa pada kompetisi robotika internasional di Kuala Lumpur Malaysia.
“Persiapan mental, pemikiran, dan tenaga. Robot yang mengikuti garis, robot sumo, robot soccer. Selalu berdoa untuk meminta kemenangan kepada Allah, selalu memperhatikan keadaan robot kita dan berusaha semaksimal mungkin,” beber Arsyad
Siswa asal Bekasi itu berharap robotika di SMPIT Al Multazam 2 Kuningan bisa terus berkembang.
“Semoga dengan mengikuti lomba ini, pekerjaan robotik ini dapat berkembang dan meraih banyak prestasi,” harap dia.
(np)