Bandung, Rekamjabar – Sebuah Candi Bentar kini terlihat berdiri kokoh sebagai pengganti pilar pada gerbang Gedung sate Bandung atau Kantor Gubernur Dedi Mulyadi.
Kepala Dinas Komunikasi dan Informasi Provinsi Jawa Barat Adi Komar mengatakan, pemugaran pilar gedung sate dengan bentuk Candi bentar itu sudah direncanakan sejak lama.
Hal itu juga sekaligus menjadi langkah renovasi dari pemerintah provinsi pada pilar gerbang Gedung Sate yang sudah lapuk dimakan waktu dan rusak akibat beberapa aksi demonstrasi pada Agustus 2025 kemarin.
“Ya, tujuannya yang pertama memang ini kan sudah lama ya, pagar dan sarana personal lainnya yang melingkari ini sudah lama tidak ditinjau ulang dan sudah lama tidak direnovasi. Ini sekalian kita renovasi karena kemarin-kemarin kan juga ada aktivitas-aktivitas masyarakat, ada unjuk rasa dan lain-lain,” kata Adi Komar dalam keterangannya yang diterima Rekamjabar pada Minggu, (23/11/2025).
Ia menyebut, bentuk Candi Bentar sendiri dipilih karena menjadi salah satu ikon dari budaya Jawa Barat. Terlebih, bentuk tersebut juga masih banyak ditemui di beberapa kantor pemerintahan di Jawa Barat salah satunya di wilayah Kabupaten Kuningan, Kabupaten Majalengka dan Wilayah Cirebon.
“Dan selanjutnya juga kita ingin tetap mempertahankan ikon Jawa Barat ini, Gedung Sate ini, selain sebagai kantor tapi juga sebagai ikon khas budaya Jawa Barat,” ucap dia.
Disinggung terkait anggaran, Adi Komar menjelaskan bahwa pembuatan Candi Bentar itu memakan biaya keseluruhan sekitar Rp3,9 miliar yang bersumber dari APBD Perubahan. Hal itu dikarenakan pemugaran pilar menjadi bentuk Candi Bentar dilakukan di beberapa titik gerbang seperti di bagian depan, samping dan belakang Gedung Sate.

Baca Juga: Gubernur Dedi Mulyadi Sebut Ekonomi Jabar di Atas Rata-Rata Nasional
“Anggaran, ya, sesuai dengan yang direncanakan, yang ditetapkan dalam APBD Perubahan, yaitu 3,9 miliar S
seluruhnya,” jelas Adi Komar.
Ia menerangkan, anggaran tersebut juga sudah termasuk dengan pemasangan paving blok di lahan parkiran gedung sate yang sebelumnya hanya berupa aspal biasa. Langkah penggantian aspal menjadi paving blok bertujuan agar mudah menyerap air jika hujan datang.
“Selain ini, kita juga menyediakan parkiran yang sudah pasti, lantai-lantai atau landasan-landasan yang ada di parkir barat dan timur itu udah lama sekali kan di aspal. Sekarang kita lebih menggunakan paving block supaya daya serapnya juga bagus,” tambah dia.
Ditargetkan, pembuatan Candi Bentar sebagai bagian dari pemeliharaan Gedung Sate itu bakal rampung keseluruhan pada bulan Desember 2025 mendatang.
“Ya, ini Desember ini beres,” tandas Adi Komar.
Candi bentar sendiri diketahui merupakan sebuah bangunan yang ditemukan pada masa Hindu Budha. Bangunan ikonik kerajaan itu berbentuk seperti gapura tanpa penghubung dan biasanya dijadikan sebagai ikon pintu masuk sebuah wilayah pada masa Kerajaan Majapahit dan berlanjut pada masa kerajaan-kerajaan Islam.
(np)



0 thoughts on “Candi Bentar Berdiri Kokoh Gantikan Pilar Gerbang Gedung Sate, Telan Anggaran Rp3,9 Miliar”
Pingback: Pilar Gerbang Gedung Sate Tak Masuk Cagar Budaya, Pemprov Jabar Ubah Jadi Candi Bentar