rekamjabar

Website SPMB di Jabar Error, Ombudsman Beri Sarana Pakai Sistem Antrian

Kepala Ombudsman RI Perwakilan Jawa Barat, Dan Satriana. Foto: Rekamjabar/Yoga.

Bagikan:

Bandung, Rekamjabar – Kepala Ombudsman RI Perwakilan Jawa Barat, Dan Satriana menyarankan agar Pemerintah Provinsi Jawa Barat menerapkan sistem antrian dan sistem kuota per hari dalam pendaftaran SPMB baik secara online maupun secara langsung.

Dan menyebut bahwa pihaknya sudah mendapat laporan dari berbagai pihak terkait kendala website SPMB Jawa Barat yang error. Kendala tersebut akhirnya berdampak pada berbagai hal seperti website yang susah diakses, pendaftaran yang cukup sulit hingga informasi pendaftaran yang tidak bisa terlihat oleh calon siswa maupun orang tua.

Sehingga pihaknya menyarankan agar sistem antrian dan kuota per hari diterapkan guna menghindari error pada website pendaftaran akibat banyaknya pengguna yang mengakses.

“Tentu kita bisa maklum bahwa ada keterbatasan aplikasi dan ada juga pendaftar yang banyak pada saat yang bersamaan. Untuk itu yang perlu diperbaiki, menurut saya, terutama yang jangka dekat adalah tahap kedua, adalah membuat sistem antrian dan kuota per hari,” kata Dan saat ditemui di Kantor Ombudsman Jawa Barat, Minggu (15/6/2025).

Menurut Dan, dengan diterapkannya sistem antrian dan kuota per hari akan memungkinkan calon siswa maupun orang tua untuk mengetahui apakah kuota pendaftaran di hari tersebut sudah penuh atau belum.

“Jadi orang tua kalau mendaftar, dia bisa melihat apakah di hari tersebut sudah penuh kuotanya sehingga dia bisa mendaftar di hari berikutnya,” ungkap Dan.

Baca Juga: Ombudsman Jawa Barat Duga Beberapa Sekolah Favorit di Kota Bandung Terlibat Jual Beli Kursi SPMB

Nantinya calon siswa maupun orang tua bisa merencanakan pendaftaran di hari yang lain. Sistem tersebut dinilai Dan bisa mengurangi jumlah akses website yang membludak setiap harinya.

“Dengan demikian maka beban kepada aplikasi tidak terlalu melonjak pada hari-hari tertentu dan orang tua bisa mempunyai kepastian kapan dia bisa mendaftar dan pasti bisa sesuai dengan kuota di aplikasi tersebut,” imbuh dia.

Selain itu, Dan juga menyoroti dampak yang dirasakan oleh pihak sekolah. Akibat website SPMB yang error akhirnya membuat petugas SPMB sekolah harus bekerja lebih ekstra bahkan terkadang lembur untuk memverifikasi pendaftaran. Sebab terkadang website baru bisa diakses pada sore atau malam hari.

“Ini juga saya khawatir akan mengurangi fokus dan konsentrasi mereka dalam menginput data. Untuk itu saya kira dalam jangka pendek mohon dipertimbangkan untuk mengatur kuota harian dan juga mekanisme pendaftaran agar tidak ada lonjakan,” pungkas dia.

Reporter: Yoga
Editor: Hafidz

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll to Top