Bandung, Rekamjabar – DPW Partai Persatuan Pembangunan Jawa Barat atau PPP Jabar menegaskan fokus penguatan konsolidasi organisasi dan kaderisasi berjenjang menjelang verifikasi faktual Pemilu 2029.
Plt Ketua DPW PPP Jawa Barat Pepep Saepul Hidayat menyampaikan hal itu saat Milangkala ke-53 PPP yang digelar bersama sejumlah pengurus cabang di Kantor DPW PPP Jabar, Jalan Pelajar Pejuang, Kota Bandung, Minggu (4/1/2025).
“Alhamdulillah, malam ini kita melaksanakan acara Miling Milangkala ke-53 Partai Persatuan Pembangunan. Sebagaimana kita ketahui bersama, PPP lahir pada tanggal 5 Januari,” ujar Pepep.
Selain peringatan milad, kegiatan tersebut juga diisi doa bersama bagi korban bencana alam. “Kegiatan ini juga kami khususkan untuk mendoakan saudara-saudara kita yang saat ini sedang mengalami berbagai ujian bencana alam,” katanya.
Pepep menjelaskan, PPP Jawa Barat telah menuntaskan program kaderisasi di 27 kabupaten/kota dengan basis kecamatan. “Kegiatan ini diselenggarakan di 27 kabupaten/kota, dengan empat orang peserta per kecamatan, dan Alhamdulillah semuanya telah selesai,” ujarnya.
Program tersebut bertujuan menyiapkan kader menghadapi pergantian struktur partai di tingkat kecamatan melalui Latihan Kader Kepemimpinan Dasar (LKKD).
Selain itu, PPP Jawa Barat mulai serius memperkuat kader perempuan. “Ke depan kita tidak bisa hanya berbasis pada kader laki-laki saja. Kita mulai mengelola secara serius kader perempuan,” kata Pepep. Salah satunya melalui pelatihan yang diikuti 200 peserta perempuan.
Baca Juga: BRIN: Jawa Barat Kini Tak Mau Cuma Jadi Pasar, Bidik Posisi Sentra Produksi Pangan Berbasis Riset
Terkait arah partai ke depan, Pepep menegaskan konsolidasi menjadi prioritas utama. “Hari ini kami terus melakukan konsolidasi organisasi, karena PPP adalah salah satu partai yang terlempar dari Senayan,” ujarnya.
Menurut dia, tantangan utama PPP adalah verifikasi faktual Pemilu 2029. “Ini bukan pekerjaan yang mudah, karena kita harus menyajikan data dan orang yang tepat. Itu amanat dari DPP,” kata Pepep.
Menanggapi kepemimpinan Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi dan Wakil Gubernur Erwan Setiawan, Pepep memastikan evaluasi akan disampaikan secara proporsional melalui fraksi PPP. “Sehingga saran, kritik, dan pandangan akan lebih tepat disampaikan melalui fraksi,” ujarnya.
Pepep optimistis target 12 kursi pada Pemilu 2029 dapat tercapai jika konsolidasi dan kaderisasi berjalan baik. Namun, ia menekankan pentingnya peran Jawa Barat dalam kelolosan PPP secara nasional. “Ujiannya bagi PPP sekarang adalah verifikasi faktual,” katanya.
Soal kader perempuan, Pepep menegaskan komitmen 30 persen keterwakilan. “Aturan mainnya sudah berpihak kepada perempuan, tinggal bagaimana dimanfaatkan secara maksimal,” ujarnya.
Terkait persiapan kepala daerah 2029, Pepep menegaskan PPP serius mencetak pemimpin. “Begitu juga partai politik, tugasnya mencetak kader politik,” pungkasnya.
(npa)