Ika Siti Rahmatika Serap Aspirasi Warga Pancalang, Irigasi hingga JUT Jadi Sorotan

Rekamjabar.com (Kuningan) – Kegiatan pengawasan penyelenggaraan pemerintahan Tahun Anggaran 2026 berlangsung di Desa Pancalang, Kecamatan Pancalang, Kabupaten Kuningan, pada Selasa, 15 September 2026.

Dalam kegiatan tersebut, Ika Siti Rahmatika menyerap berbagai aspirasi dan persoalan yang disampaikan masyarakat, terutama berkaitan dengan sektor pertanian dan pengembangan ekonomi warga.

Sejumlah kebutuhan yang menjadi sorotan antara lain kerusakan jaringan irigasi, kondisi Jalan Usaha Tani (JUT), belum optimalnya pemasaran produk ekonomi kreatif, hingga pemanfaatan lahan pekarangan untuk mendukung ketahanan pangan keluarga.

Salah satu persoalan yang mendapat perhatian adalah kondisi jaringan irigasi pertanian. Kerusakan saluran irigasi di sejumlah titik membuat pasokan air menuju lahan pertanian warga belum berjalan optimal.

Persoalan tersebut semakin dirasakan ketika memasuki musim kemarau. Keterbatasan pasokan air berpengaruh terhadap kemampuan petani dalam mengelola lahan secara maksimal.

Berdasarkan hasil pengawasan di lapangan, sebagian lahan yang sebelumnya dapat menghasilkan panen hingga tiga kali dalam satu tahun kini mengalami penurunan intensitas menjadi dua kali, bahkan dalam kondisi tertentu hanya satu kali panen.

Kondisi itu tidak hanya berdampak terhadap frekuensi panen, tetapi juga terhadap jumlah produksi dan pendapatan masyarakat yang menggantungkan perekonomian keluarganya dari sektor pertanian.

Karena itu, rehabilitasi jaringan irigasi menjadi salah satu kebutuhan yang diharapkan dapat ditindaklanjuti oleh dinas maupun instansi terkait sesuai dengan kewenangannya.

Selain perbaikan saluran irigasi, masyarakat juga membutuhkan pilihan komoditas yang lebih mampu beradaptasi dengan kondisi lahan yang memiliki keterbatasan air.

Bantuan bibit palawija seperti jagung, kedelai dan kacang-kacangan, termasuk tanaman produktif seperti kelapa, menjadi salah satu alternatif yang dapat dikembangkan pada lahan yang pasokan airnya terbatas.

Tak hanya irigasi, kondisi Jalan Usaha Tani juga menjadi perhatian dalam kegiatan pengawasan tersebut.

Akses menuju sejumlah lahan pertanian masih berupa jalan tanah dan belum mengalami pengerasan yang memadai. Saat musim hujan, kondisi jalan menjadi lembek, licin dan berlumpur sehingga menyulitkan kendaraan untuk melintas.

Kondisi tersebut menjadi kendala bagi petani, baik ketika membawa pupuk dan bibit menuju lahan maupun saat mengangkut hasil panen keluar dari area pertanian.

Akses yang sulit juga berpotensi meningkatkan biaya pengangkutan hasil pertanian. Karena itu, masyarakat mengharapkan adanya peningkatan kualitas Jalan Usaha Tani agar aktivitas pertanian dapat berjalan lebih efektif.

Pengerasan JUT dapat dilakukan dengan menyesuaikan kondisi dan kebutuhan di lapangan, mulai dari perkerasan batu, rabat beton hingga konstruksi lainnya yang memungkinkan jalur pertanian dilalui kendaraan dengan lebih aman sepanjang musim.

Dengan akses jalan yang lebih baik, mobilitas sarana produksi maupun hasil pertanian diharapkan menjadi lebih lancar sekaligus membantu menekan biaya logistik yang harus ditanggung petani.

Selain sektor pertanian, Ika Siti Rahmatika juga menyerap aspirasi berkaitan dengan pengembangan ekonomi kreatif masyarakat Desa Pancalang.

Warga memiliki berbagai potensi produk olahan maupun kerajinan lokal yang dapat dikembangkan menjadi sumber pendapatan tambahan dan membuka peluang usaha baru.

Namun, produk-produk tersebut masih menghadapi sejumlah kendala, terutama dalam hal pemasaran, pengemasan yang menarik, pemanfaatan teknologi digital, legalitas usaha hingga akses permodalan.

Keterbatasan tersebut menyebabkan sebagian produk lokal belum mampu menjangkau pasar yang lebih luas.

Karena itu, diperlukan pendampingan bagi pelaku usaha, mulai dari penguatan branding, pengemasan produk, manajemen usaha hingga pemanfaatan pemasaran digital dan e-commerce.

Fasilitasi legalitas usaha seperti Nomor Induk Berusaha (NIB), Pangan Industri Rumah Tangga (P-IRT), sertifikasi halal serta kesempatan mengikuti pameran UMKM juga menjadi bagian yang dapat didorong untuk meningkatkan daya saing produk masyarakat.

Di sisi lain, pemanfaatan lahan pekarangan rumah turut menjadi bagian dari hasil pengawasan.

Lahan kosong di sekitar permukiman maupun lingkungan Posyandu dinilai dapat dimanfaatkan secara lebih produktif melalui penanaman sayuran, Tanaman Obat Keluarga (TOGA), serta tanaman pangan cepat panen.

Pengembangan pekarangan produktif dapat melibatkan kader Posyandu dan PKK dengan dukungan berupa bibit tanaman, polibag, pupuk serta pembinaan teknik budidaya sederhana.

Program tersebut diharapkan dapat membantu masyarakat memenuhi sebagian kebutuhan pangan secara mandiri sekaligus menyediakan sumber pangan bergizi bagi keluarga, termasuk balita dan ibu hamil.

Dari berbagai aspirasi yang dihimpun dalam kegiatan pengawasan pada 15 September 2026 tersebut, terdapat empat sektor yang membutuhkan perhatian, yakni pengembangan ekonomi kreatif, rehabilitasi jaringan irigasi, peningkatan Jalan Usaha Tani serta optimalisasi pemanfaatan pekarangan.

Hasil pengawasan tersebut diharapkan dapat menjadi bahan pertimbangan bagi pemerintah daerah bersama dinas dan instansi terkait dalam merancang program sesuai kebutuhan masyarakat.

Penanganan yang terintegrasi dinilai penting agar pembangunan tidak hanya berfokus pada infrastruktur, tetapi juga menyentuh peningkatan produktivitas pertanian, ketahanan pangan keluarga serta penguatan ekonomi masyarakat Desa Pancalang.

Melalui tindak lanjut yang tepat sasaran, perbaikan irigasi dan JUT diharapkan dapat meningkatkan produktivitas petani, sementara pendampingan ekonomi kreatif serta pemanfaatan pekarangan dapat memperkuat kemandirian ekonomi dan ketahanan pangan masyarakat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *