Ika Siti Rahmatika Tanamkan Nilai Demokrasi Lewat Aksi Bersih Sungai Cisanggarung

Rekamjabar.com (Kuningan)– Menjaga lingkungan menjadi salah satu cara sederhana untuk mengenalkan tanggung jawab sosial kepada generasi muda. Hal itu dilakukan Anggota DPRD Jawa Barat, Hj. Ika Siti Rahmatika, saat melibatkan anggota Pramuka dalam kegiatan pembersihan Sungai Cisanggarung di kawasan Bukit Moncongos, Desa Sukaimut, Kecamatan Garawangi, Kabupaten Kuningan.

Aksi tersebut menjadi bagian dari kegiatan “DPRD Mengabdi dalam Pendidikan Demokrasi”. Para peserta turun langsung ke sekitar aliran sungai untuk membersihkan berbagai sampah yang ditemukan di lokasi sekaligus membangun kebiasaan menjaga lingkungan secara bersama-sama.

Menurut Ika, pemahaman mengenai demokrasi seharusnya tidak berhenti pada kegiatan politik atau momentum pemilihan pemimpin. Nilai demokrasi juga dapat terlihat dari sikap seseorang ketika menjalankan tanggung jawabnya sebagai bagian dari masyarakat.

“Pendidikan demokrasi tidak hanya soal memilih pemimpin. Demokrasi juga merupakan tanggung jawab bersama,” kata Ika, Sabtu (29/8/2026).

 

Ika Siti Rahmatika mengajak anggota Pramuka Kuningan menerapkan nilai demokrasi melalui aksi bersih Sungai Cisanggarung dan kepedulian terhadap sampah

Ia menilai kebersihan lingkungan dapat menjadi contoh paling dekat untuk menjelaskan hubungan antara hak dan kewajiban. Masyarakat tentu berhak mendapatkan lingkungan yang sehat dan nyaman, namun kondisi tersebut hanya dapat terwujud apabila setiap orang ikut menjaganya.

Karena itu, Ika mendorong anggota Pramuka untuk mulai memperhatikan pengelolaan sampah dalam aktivitas sehari-hari. Membiasakan diri memilah sampah dinilai dapat menjadi langkah sederhana untuk membentuk kepedulian sejak usia muda.

Ia juga menekankan bahwa penyelesaian masalah sampah membutuhkan keterlibatan banyak pihak. Upaya pemerintah dan petugas kebersihan akan sulit memberikan hasil maksimal apabila tidak disertai kesadaran masyarakat untuk mengurangi, memilah, dan mengelola sampah dari lingkungan masing-masing.

“Kebersihan dimulai dari diri sendiri. Kalau bukan kita, siapa lagi?” ujarnya.

Selain membuat kawasan sungai lebih bersih, kegiatan tersebut menjadi pengalaman langsung bagi anggota Pramuka untuk mengenal nilai kebersamaan. Melalui kerja bersama, para peserta belajar mengenai gotong royong, kepedulian sosial, kedisiplinan, serta pentingnya menjaga kepentingan publik.

Ika berharap kebiasaan positif yang diperoleh selama kegiatan dapat terus dilakukan setelah para peserta kembali ke lingkungan masing-masing. Sikap menjaga kebersihan diharapkan diterapkan secara konsisten, baik ketika berada di sekolah, rumah maupun di tengah masyarakat.

Melalui kegiatan tersebut, pendidikan demokrasi diperkenalkan dalam bentuk yang lebih dekat dengan kehidupan sehari-hari. Demokrasi bukan hanya berbicara mengenai kesempatan menyampaikan pilihan, tetapi juga tentang kesediaan berkontribusi, memenuhi kewajiban, serta menjaga ruang bersama demi kepentingan masyarakat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *