Bandung, Rekamjabar – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Barat secara resmi telah menerapkan jam malam bagi seluruh siswa atau pelajar sekolah di Jawa Barat. Hal itu dilakukan guna meminimalisir para siswa dari dampak negatif pergaulan bebas di malam hari.
Sekretaris Daerah Jawa Barat, Herman Suryatman mengungkapkan, konteks dari kebijakan itu untuk memberikan perlindungan fisik maupun psikologis para siswa di Jawa Barat. Seperti jam tidur yang lebih terjaga dan nantinya berpengaruh terhadap kebugaran fisik dan psikologis para siswa di Jawa Barat sesuai dengan usia dan kebutuhan mereka.
“Ya saya kira, itu kan konteksnya untuk memberikan perlindungan kepada anak-anak. Agar mereka bisa tidur pada waktunya sesuai dengan usia mereka,” ungkap Herman saat dikonfirmasi di Bandung, Selasa (27/5/2025).
“Bisa dibayangkan anak-anak, usia belia, usia sekolah dasar, SMP atau SMA, SMK. Yang kemarin, contohnya ada yang tidur, itu jam 4 pagi,” imbuh dia.
Herman menegaskan, adanya jam malam ini tidak bertujuan untuk mengekang para siswa.
“Jadi jam malam ini bukan membatasi, bukan mengekang. Tapi menjaga, melindungi anak-anak supaya bisa tidur pada waktunya sesuai dengan kebutuhan usia mereka,” tegas Herman.
Baca Juga: JABAR CAANG 2025, Perluas Akses Listrik Masyarakat ke Daerah 3T
Disamping itu, Kebijakan jam malam ini juga bertujuan untuk meminimalisir terpaparnya para siswa dari dinamika pergaulan malam hari. Dimana dinamika pergaulan malam hari dinilai memberikan doktrin negatif.
“Di sisi yang lain untuk meminimalisasi mereka terpapar atas dinamika sosial yang kurang baik. Biasanya kan dinamika sosial malam itu kan lain. Dengan nongkrong dan lain sebagainya,” kata Herman.
Maka dari itu, kebijakan ini dikeluarkan agar para siswa di Jawa Barat bisa mengelola waktu dengan baik di malam hari seperti contohnya tidur di waktu yang tepat pada pukul 21.00 agar tubuh lebih sehat.
“Nah dengan tidur cepat, jam 9 sudah tidur. Saya kira peluang anak-anak terpapar dinamika sosial yang kurang baik bisa diminimalisasi. Di sisi yang lain anak-anak bisa sehat, batinnya sehat, pikirannya sehat, jiwanya sehat, raganya juga sehat,” tambah dia.
“Bisa dibayangkan, nah makannya, Pak Gubernur sudah mengirimkan surat edaran ke Bupati Wali Kota, ke semua pemangku kepentingan bahkan sampai camat dan lurah. Agar mulai memberikan perhatian serius kepada anak-anak kita,” pungkas dia.
Reporter: Yoga
Editor: Hafidz
0 thoughts on “Jam Malam Bagi Siswa Di Jabar, Minimalisir Pergaulan Negatif Siswa di Malam Hari”
Pingback: Sekda Ungkap Teknis Penerapan Jam Malam Siswa di Jawa Barat