Rekamjabar.com (Kuningan) – Pendidikan Demokrasi Tahun 2026 bersama siswa-siswi SMAN 1 Kadugede menjadi ruang pembelajaran mengenai demokrasi, kesehatan dan peran generasi muda. Kegiatan tersebut melibatkan Hj. Ika Siti Rahmatika, S.E., anggota DPRD Provinsi Jawa Barat dari Fraksi PDI Perjuangan, bersama para pelajar di lingkungan SMAN 1 Kadugede.
Dalam kegiatan tersebut, para siswa diajak memahami demokrasi secara lebih luas dan tidak hanya terbatas pada proses politik formal seperti pemilihan umum. Diskusi turut mengangkat hubungan demokrasi dengan berbagai kebutuhan dasar masyarakat, mulai dari pendidikan, kesehatan, keterbukaan informasi hingga pelayanan publik yang memiliki keterkaitan langsung dengan kehidupan generasi muda.
Salah satu pembahasan utama adalah keterkaitan antara kesehatan dengan kehidupan demokrasi. Kondisi kesehatan fisik maupun mental dibahas sebagai faktor yang dapat memengaruhi kemampuan generasi muda dalam belajar, berpikir kritis dan menerima informasi. Peserta juga diajak memahami bahwa layanan kesehatan merupakan bagian dari kebijakan publik yang dapat memengaruhi kehidupan masyarakat.
Peran pemilih pemula turut menjadi perhatian dalam forum tersebut. Para siswa diajak memahami pentingnya memperoleh informasi yang memadai sebelum menentukan pilihan ketika telah memiliki hak suara. Mereka juga didorong untuk mengenali isu-isu kebijakan yang dekat dengan kehidupan generasi muda, seperti pendidikan, lapangan kerja, kesehatan dan berbagai persoalan sosial di lingkungan sekitar.
Perkembangan media sosial menjadi topik lain yang dibahas karena memiliki pengaruh besar terhadap cara generasi muda memperoleh informasi. Para peserta didorong untuk lebih kritis dalam menerima maupun membagikan informasi, terutama di tengah beredarnya hoaks dan informasi yang belum terverifikasi. Literasi digital menjadi bagian penting dalam memahami demokrasi di era informasi.
Diskusi juga membahas bagaimana partisipasi demokratis dapat dimulai dari lingkungan sekolah. Organisasi seperti OSIS, MPK maupun kegiatan ekstrakurikuler dapat menjadi ruang bagi siswa untuk belajar menyampaikan pendapat, menghargai perbedaan serta mengambil keputusan secara bersama-sama. Pengalaman tersebut menjadi bagian dari pembelajaran demokrasi dalam kehidupan sehari-hari.
Selain isu demokrasi dan informasi, persoalan kesehatan mental turut mendapat perhatian dalam diskusi. Para peserta diajak melihat bahwa kesehatan mental, fasilitas konseling sekolah maupun lingkungan yang aman memiliki hubungan dengan kebijakan dan pelayanan publik. Pendekatan tersebut membuat pembahasan demokrasi lebih dekat dengan pengalaman nyata yang dihadapi generasi muda.
Forum Pendidikan Demokrasi tersebut juga membuka ruang bagi pihak sekolah untuk menyampaikan kebutuhan yang mereka temui. Salah satu aspirasi yang muncul berasal dari pembina Palang Merah Remaja SMAN 1 Kadugede mengenai kebutuhan alat kesehatan. Aspirasi itu kemudian ditindaklanjuti melalui penyerahan bantuan alat kesehatan oleh Ika Siti Rahmatika kepada sekolah.
Secara keseluruhan, kegiatan Pendidikan Demokrasi di SMAN 1 Kadugede diarahkan untuk memperkuat pemahaman siswa mengenai hubungan antara hak, partisipasi masyarakat dan kebijakan publik. Pendekatan yang menggabungkan isu demokrasi, kesehatan dan kehidupan generasi muda diharapkan membantu siswa memahami berbagai bentuk partisipasi yang dapat dilakukan secara bertanggung jawab di sekolah maupun masyarakat.

