Bandung, Rekamjabar – Fakultas Kedokteran Universitas Jenderal Achmad Yani (FK Unjani) kembali menunjukkan komitmennya pada pengabdian masyarakat dan kerjasama internasional melalui gelaran akbar International Jamboree FK Unjani 2025.
Mengambil tajuk inspiratif “From Waves to Readiness: Explore, Learn, Prepare,” kegiatan ini diselenggarakan di kawasan pesisir Anyer dan resmi dibuka pada Selasa malam (19/11/2025).
Selama tiga hari penuh, ratusan partisipan dari berbagai institusi, mulai dari institusi pendidikan kedokteran, rumah sakit militer dan sipil, hingga lembaga penanggulangan bencana, berhimpun dalam serangkaian kegiatan intensif. Fokus utamanya adalah simulasi penanganan darurat, pelatihan bantuan hidup dasar (BHD), dan forum ilmiah lintas negara.
Rektor Unjani, Prof. Dr. Agus Subagyo, S.I.P., M.Si., menegaskan bahwa jambore ini lebih dari sekadar agenda tahunan. Menurutnya, acara ini merupakan pengejawantahan nyata dari Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya dalam aspek pengabdian.
“Ini adalah bentuk pengabdian masyarakat yang konkret. Mahasiswa tidak hanya belajar di ruang kuliah, tapi juga mengaplikasikan ilmunya langsung di tengah masyarakat,” tegas Agus.
Beliau menjelaskan, Jambore Unjani kali ini merupakan yang ketiga kalinya diadakan, dengan skala implementasi yang jauh lebih masif dibandingkan tahun-tahun sebelumnya, menunjukkan pertumbuhan signifikan dalam capaian kolaborasi global.
Sementara itu, Dekan Fakultas Kedokteran, Dr. dr. Wendra, M.Kes., FIHFAA menambahkan bahwa pada edisi kali ini, cakupan peserta semakin luas, melibatkan perwakilan dari berbagai provinsi di Indonesia serta delegasi internasional dari Malaysia dan Australia.
Rangkaian kegiatan telah dimulai sepekan sebelumnya melalui webinar nasional yang diikuti oleh 350 peserta, menampilkan narasumber terkemuka dari Deakin University, Charles Darwin University, dan pakar dalam negeri.
Puncak dari International Jamboree ini adalah lomba penanganan bencana dan kegawatdaruratan medik.
“Kami ingin mahasiswa tidak hanya siap secara teori, tapi juga tangguh di lapangan,” jelas dr. Wendra, menekankan bahwa kegiatan ini dirancang untuk menciptakan dokter tangguh dan siap siaga.

Komitmen Unjani terhadap kesiapsiagaan tidak hanya berhenti di lingkungan akademis. Masyarakat lokal Kabupaten Serang turut dilibatkan melalui pelatihan Basic Life Support (BHD) bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) dan anggota Karang Taruna, dengan tujuan membentuk komunitas tangguh bencana yang mampu bertindak cepat dalam situasi darurat.
Di lokasi yang sama, Wakil Bupati Serang Muhammad Najib Hammas menyampaikan apresiasi tinggi terhadap inisiatif ini. Menurutnya, edukasi dan kesiapsiagaan kebencanaan harus menjadi program yang berkelanjutan, terutama mengingat wilayah Cinangka dan Anyer merupakan area yang rentan bencana.
“Kami sangat mengapresiasi Unjani. Ini bukan hanya pelatihan teknis, tapi juga investasi jangka panjang untuk keselamatan masyarakat,” ujar Najib, sekaligus berharap adanya kelanjutan kerja sama dalam program pendidikan kebencanaan di tahun mendatang.
Disisi lain, Datuk Dr. Mohamed Alwi Bin Hj Abdul Rahman, seorang dokter spesialis gawat darurat dan trauma dari Malaysia yang bertindak sebagai narasumber, menyoroti aspek fundamental dari manajemen bencana.
Ia menegaskan, penguatan karakter generasi muda, terutama dalam keterampilan komunikasi, negosiasi, dan kerja tim, merupakan pondasi utama dalam menghadapi krisis.
Dokter Alwi juga mendorong agar Jambore Unjani di masa depan dapat mengintegrasikan teknologi mutakhir, seperti kecerdasan buatan (AI), evakuasi medis udara, hingga simulasi penanganan ancaman kimia dan radiasi.
“Unjani telah membuka pintu besar untuk dunia. Mari kita lanjutkan dengan riset global dan inovasi lintas negara,” tutupnya, menandai semangat kolaborasi yang kuat.
International Jamboree FK Unjani 2025 melampaui sekadar ajang kompetisi; ia menjadi panggung strategis kolaborasi lintas batas, menanamkan semangat pengabdian dan kesiapsiagaan dari ombak Anyer menuju masa depan yang lebih terhubung dan tangguh.
(np)


0 thoughts on “FK Unjani Cetak Dokter Tangguh Bencana di Anyer, Libatkan Malaysia-Australia”
Pingback: Kemenkop Dorong Modernisasi dan Digitalisasi Koperasi