rekamjabar

Pemprov Jabar Kerahkan 424 Pejabat Dampingi MPLS di SMA dan SMK Negeri

Sekretaris Daerah Jawa Barat Herman Suryatman saat ditemui wartawan sebelum menyambut Menteri Sosial Saifullah Yusuf di Dispusipda Jabar, Selasa (11/11/2025). Foto: Rekamjabar/np.

Bagikan:

Rekamjabar.com (Bandung) – Sekretaris Daerah (Sekda) Jawa Barat Herman Suryatman memantau pelaksanaan hari pertama Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) 2026 di SMA Negeri 3 Bandung, Selasa (15/7/2026).

Kunjungan Herman merupakan bagian dari instruksi Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi yang menugaskan seluruh pejabat pimpinan tinggi dan administrator di lingkungan Pemprov Jabar turun langsung ke sekolah pada hari pertama MPLS.

Herman mengatakan, sebanyak 424 pejabat diterjunkan ke 424 SMA dan SMK Negeri di Jawa Barat. Menurut dia, langkah itu dilakukan agar pemerintah dapat berinteraksi langsung dengan peserta didik baru sebagai generasi penerus bangsa.

“Pak Gubernur menugaskan kami semua turun ke lapangan. Hari ini gedung-gedung pemerintahan saatnya kosong, karena seluruh pejabat hadir langsung di sekolah untuk berinteraksi dengan anak-anak kita, calon pemimpin masa depan,” kata Herman dalam keterangan tertulisnya yang diterima.

Di SMA Negeri 3 Bandung, Herman sekaligus membuka MPLS Pancawaluya 2026. Ia mengatakan, masa pengenalan lingkungan sekolah selama lima hari harus dimanfaatkan sebaik mungkin agar siswa mengenal lingkungan sekolah, guru, teman, serta budaya belajar.

Menurut Herman, MPLS bukan sekadar kegiatan seremonial. Kegiatan tersebut menjadi tahap awal untuk membangun kesiapan mental siswa sebelum menjalani proses belajar selama tiga tahun.

“Memang hanya lima hari, tetapi ini bisa menjadi magic moment agar anak-anak mengenal dirinya, mengenal guru, teman, serta lingkungan sekolah sehingga siap mengikuti proses pembelajaran secara efektif,” ujarnya.

Herman juga menyampaikan pesan Gubernur Dedi Mulyadi agar seluruh warga sekolah tidak hanya mengenal nilai-nilai Pancawaluya, tetapi juga menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari.

Ia menegaskan, pelaksanaan MPLS harus berlangsung aman, nyaman, inklusif, serta bebas dari kekerasan, perpeloncoan, dan intoleransi. Guru, panitia, hingga aparat kepolisian diminta memastikan seluruh kegiatan berjalan sesuai ketentuan.

Saat berdialog dengan siswa baru, Herman juga memotivasi mereka agar berani memiliki cita-cita tinggi.

Kepada seorang siswa yang ingin melanjutkan studi psikologi di University of Toronto, Herman mengatakan pemerintah menyiapkan berbagai program beasiswa, termasuk Beasiswa Garuda dan LPDP.

“Kalian semua punya peluang mendapatkan beasiswa. Persiapkan diri sebaik mungkin, nanti akan ada pendampingan agar bisa bersaing dan meraih kesempatan belajar sampai ke luar negeri,” katanya.

Selain itu, Herman mengajak siswa aktif mengikuti kegiatan kepramukaan sebagai sarana membangun karakter, jiwa kepemimpinan, dan kemampuan bersosialisasi.

Ia juga mengingatkan pentingnya mengamalkan nilai-nilai Pancawaluya, yakni menjadi pribadi yang Cageur, Bageur, Bener, Pinter, dan Singer.

Menutup arahannya, Herman menyampaikan salam dari Gubernur Dedi Mulyadi kepada seluruh peserta MPLS. Ia berharap para siswa yang memulai pendidikan tahun ini dapat menjadi bagian dari generasi emas Indonesia pada 2045.

“Selamat mengikuti MPLS. Belajar dengan sungguh-sungguh, bangun karakter, dan persiapkan diri. Insya Allah kalian adalah calon-calon pemimpin masa depan Indonesia,” ujar Herman.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll to Top