rekamjabar

POMK 2025: Rivalitas Seru Antar Angkatan Justru Jadi Perekat Solidaritas di Kamuning

Foto: Istimewa

Bagikan:

Rekamjabar.com (Bandung) — Pekan Olahraga Mahasiswa Kamuning (Keluarga Mahasiswa Kuningan UIN Bandung) atau yang biasa disebut POMK 2025 resmi dibuka pada Jumat (10/10) di Sekretariat KMK Bandung Raya, Kota Bandung.

Kegiatan tahunan ini mempertemukan mahasiswa lintas angkatan dalam suasana kompetitif yang seru, namun tetap hangat dan penuh solidaritas.

Tahun ini, POMK menghadirkan tiga cabang perlombaan yaitu Pro Evolution Soccer (PES) 2v2, bulu tangkis, dan futsal. Masing-masing cabang dirancang untuk menonjolkan kekompakan serta sportivitas peserta.

Dalam gim PES, format dua lawan dua menuntut koordinasi dan komunikasi yang solid antar pemain. Bulu tangkis menjadi ajang khusus bagi peserta perempuan, membuka ruang partisipasi yang setara dan menumbuhkan semangat olahraga di kalangan mahasiswi.

Sementara futsal menjadi puncak acara sekaligus pertandingan paling ditunggu, dengan riuh dukungan suporter dari tiap angkatan yang memenuhi area pertandingan.

Ketua Umum Kamuning, Zubair Hafifudin, mengatakan bahwa POMK bukan sekadar ajang kompetisi, tetapi ruang untuk mempererat kebersamaan.

“Rivalitas antar angkatan itu pasti muncul, tapi justru di situlah solidaritas tumbuh. Semangat, kekompakan, bahkan kehadiran suporter jadi tolak ukur kedekatan kita. Ketika seluruh elemen mulai dari pemain, panitia, teman seangkatan hingga alumni hadir dan saling mendukung, itu menegaskan kalau Kamuning tetap satu keluarga besar,” ujarnya.

Keseruan POMK 2025 tak hanya dirasakan oleh peserta aktif, tetapi juga oleh para alumni yang turut hadir memberikan dukungan. Muhammad Al Hafidz, salah satu alumni Kamuning, menyampaikan apresiasinya terhadap panitia dan seluruh peserta yang telah menghidupkan kembali semangat kebersamaan melalui ajang ini

“Luar biasa melihat energi dari teman-teman lintas angkatan. Acaranya seru, ramai, tapi tetap sportif dan penuh tawa. Terima kasih untuk panitia yang sudah menghadirkan POMK sehangat dan semeriah ini. Rasanya seperti bernostalgia, tapi juga bangga melihat regenerasi Kamuning yang tetap solid,” ungkap Hafidz.

Rivalitas yang tercipta di setiap pertandingan ternyata menjadi ruang tumbuhnya solidaritas yang lebih kuat. Semangat saling mendukung dan menghargai terlihat dari awal hingga akhir pertandingan, menunjukkan bahwa kemenangan bukan hanya soal skor, tapi tentang menjaga kebersamaan.

Melalui POMK 2025, Kamuning kembali menegaskan identitasnya sebagai organisasi kedaerahan yang dinamis, sportif, dan solid.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll to Top