Rekamjabar.com (Ciamis) – emerintah Provinsi Jawa Barat melalui Program Poe Ibu membantu perbaikan 39 rumah tidak layak huni (rutilahu) di Desa Kaso, Kecamatan Tambaksari, Kabupaten Ciamis. Program yang mengandalkan gerakan rereongan aparatur sipil negara (ASN) tersebut menjadi bagian dari kegiatan Abdi Nagri Ngaprak Lembur #2.
Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Jawa Barat Dedi Supandi mengatakan, Program Poe Ibu menjadi salah satu upaya membangun kepedulian sosial di kalangan ASN melalui semangat gotong royong untuk membantu masyarakat yang membutuhkan.
“Melalui Program Poe Ibu, kami ingin menumbuhkan semangat rereongan di kalangan ASN agar kehadiran pemerintah bisa dirasakan langsung oleh masyarakat. Ini bukan hanya tentang memperbaiki rumah, tetapi juga tentang membangun kepedulian dan kebersamaan untuk membantu warga yang membutuhkan,” kata Dedi.
Sebanyak 39 rumah menjadi sasaran penanganan di Desa Kaso. Jumlah tersebut terdiri atas 30 rumah milik masyarakat miskin atau kurang mampu dan sembilan rumah yang terdampak bencana pergeseran tanah.
Dari total sasaran tersebut, renovasi satu rumah milik Teddy telah dilaksanakan. Sementara itu, tahap pertama penanganan direncanakan mencakup 11 rumah.
Dedi menjelaskan, pengerjaan tahap pertama melibatkan sejumlah pihak, termasuk perangkat daerah di lingkungan Pemprov Jabar dan Kwartir Daerah (Kwarda) Gerakan Pramuka Jawa Barat.
“Penanganan rumah warga ini dilakukan secara kolaboratif. Kami mengajak berbagai pihak untuk mengambil bagian sehingga semakin banyak masyarakat yang bisa dibantu melalui semangat gotong royong,” ujarnya.
Sebanyak tiga rumah akan ditangani Kwarda Gerakan Pramuka Jawa Barat. Adapun delapan rumah lainnya mendapat dukungan dari perangkat daerah Pemprov Jabar.
Dari delapan rumah tersebut, Badan Pendapatan Daerah dan Dinas Pendidikan Jawa Barat masing-masing membangun satu rumah secara mandiri. Sementara itu, enam rumah lainnya akan ditangani melalui kolaborasi sejumlah perangkat daerah.
Pendanaan renovasi rutilahu tahap pertama bersumber dari gerakan rereongan ASN Pemprov Jabar melalui Program Poe Ibu. Skema tersebut mendorong keterlibatan aparatur dalam membantu meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui kontribusi bersama.
Pelaksanaan Abdi Nagri Ngaprak Lembur #2 juga melibatkan kolaborasi Pemprov Jabar, Kwarda Gerakan Pramuka Jawa Barat, dan Jamkrida. Sinergi lintas lembaga ini diharapkan memperluas jangkauan manfaat program bagi masyarakat.
Dedi berharap, semangat rereongan melalui Program Poe Ibu dapat terus berkembang menjadi gerakan sosial yang berkelanjutan.
“Harapannya, semangat berbagi ini tidak berhenti pada satu kegiatan saja. Dengan kebersamaan dan kontribusi dari berbagai pihak, kita bisa membantu lebih banyak warga untuk mendapatkan hunian yang layak dan kehidupan yang lebih baik,” katanya.

