Akses ke GBLA Bakal Dibenahi, Dedi Mulyadi Prioritaskan Kelancaran Arus Suporter

Rekamjabar.com (Bandung) – Pemerintah Provinsi Jawa Barat menyiapkan pembenahan akses menuju Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA), Kota Bandung, untuk mengurai kepadatan kendaraan penonton dan suporter Persib Bandung saat pertandingan berlangsung.

Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi alias KDM mengatakan, pembenahan kawasan GBLA akan difokuskan pada infrastruktur di luar stadion, termasuk akses jalan dan penerangan yang menunjang kenyamanan penonton.

“Kita membantu infrastruktur di luar stadion yang bukan kewajiban Persib. Kalau infrastruktur di luar, boleh, jalan masuk, lampu, dan sebagainya,” kata KDM, Rabu (14/10/2026).

Persoalan akses menjadi perhatian karena jalur menuju stadion belum optimal melayani penonton yang datang dari berbagai arah. Kondisi ini terutama dirasakan penonton dari arah timur yang tidak bisa melewati Tol Cileunyi dan harus menuju stadion melalui kawasan Summarecon Bandung.

Deputi CEO PT Persib Bandung Bermartabat, Adhitia Putra Herawan, mengatakan akses yang tersedia saat ini masih terbatas. Gerbang tol KM 149 yang menjadi salah satu jalur menuju GBLA belum dapat digunakan bus, sedangkan akses langsung dari arah Cileunyi masih dibutuhkan untuk membagi arus kendaraan.

“Harapannya, karena banyak juga penonton datang dari timur. Saat itu orang dari timur keluarnya di Summarecon, jadinya padat, macet karena enggak ada akses langsung dari arah Tol Cileunyi,” ujar Adhitia kepada KDM.

Menurut Adhitia, gerbang tol KM 147 sebenarnya pernah dibuka sekitar dua tahun lalu, tetapi kemudian ditutup kembali. Pembukaan akses tersebut berpotensi memberikan alternatif perjalanan bagi penonton sehingga kendaraan tidak seluruhnya bertumpu pada jalur yang sama.

Menanggapi usulan itu, KDM langsung meminta jajarannya menjadwalkan pertemuan dengan PT. Jasa Marga pekan depan. Pertemuan tersebut akan membahas kemungkinan pembukaan kembali akses sekaligus mengidentifikasi titik-titik yang perlu diprioritaskan.

“Minggu depan kita undang Jasa Marga. Rapatnya di sini saja biar cepat,” kata KDM.

Dia juga meminta agar pembenahan dilakukan dengan mempertimbangkan keseluruhan perjalanan penonton, mulai dari akses masuk hingga kondisi lingkungan di sekitar stadion.

“Diskusi sama Agung [Kepala Dinas Bina Marga dan Penataan Ruang Jabar], titik-titik mana saja yang harus menjadi prioritas penanganan sehingga ketika Persib main, seluruh akses dalam keadaan aman dan nyaman bagi semua,” ujarnya.

Selain akses jalan, KDM menyoroti minimnya penerangan dan kondisi kebersihan di sejumlah ruas sekitar GBLA.

Dia meminta jajarannya menghitung kebutuhan lampu penerangan serta petugas kebersihan harian berdasarkan panjang jalan yang harus ditangani.”Yang di depannya, jalan kotanya, belum ada lampu. Pasang lampu di tengah oleh kita,” kata KDM.

Untuk kebersihan, KDM meminta panjang ruas jalan yang perlu ditangani diukur terlebih dahulu agar kebutuhan petugas dapat dihitung secara proporsional. Penyediaan tempat sampah di sejumlah titik juga menjadi bagian dari penataan kawasan.

KDM menegaskan pembenahan infrastruktur di luar stadion perlu melibatkan pihak-pihak terkait karena GBLA merupakan fasilitas yang membawa nama Jawa Barat, meskipun berada di wilayah administratif Kota Bandung.

Dengan penambahan akses alternatif jika disepakati bersama Jasa Marga, arus kendaraan penonton diharapkan dapat terbagi lebih merata.

Dampaknya, potensi penumpukan kendaraan di kawasan Summarecon Bandung dapat ditekan dan perjalanan suporter menuju maupun meninggalkan stadion menjadi lebih lancar.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *