Rekamjabar.com (Banjar) – Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat Hj. Ika Siti Rahmatika, SE mengajak masyarakat Kecamatan Binangun, Kota Banjar, untuk terus melestarikan budaya lokal sekaligus mengembangkan potensi pertanian menjadi agrowisata. Ajakan tersebut disampaikan saat melaksanakan kegiatan Pengawasan Penyelenggaraan Pemerintahan, Minggu (12/7/2026), yang juga dimanfaatkan sebagai forum menyerap aspira pembangunan daerah.
Dalam kesempatan itu, Ika menegas pembangunan daerah harus berjalan secara seimbang antara pembangunan fisik dan penguatan nilai-nilai budaya. Menurutnya, tradisi dan kearifan lokal merupakan identitas masyarakat yang perlu dijaga karena mampu memperkuat kebersamaan sekaligus menjadi daya tarik dalam mendukung sektor pariwisata daerah.
“Pelestarian budaya tidak boleh berhenti hanya sebagai slogan. Kita harus menjaga tradisi dan kearifan lokal agar tetap hidup serta menjadi identitas yang membanggakan bagi masyarakat Jawa Barat, khususnya di Kota Banjar,” kata Ika.
Baca juga : Semangat Fatmawati Dinilai Tetap Relevan, Ika Siti Rahmatika Ajak Perempuan Berkontribusi untuk Bangsa
Selain pelestarian budaya, Ika juga mendorong kelompok tani untuk terus berinovasi dalam meningkatkan kualitas hasil pertanian. Ia menilai sektor pertanian memiliki peran strategis, tidak hanya dalam menjaga ketahanan pangan, tetapi juga sebagai peluang usaha yang dapat meningkatkan pendapatan masyarakat apabila dikelola secara kreatif dan berkelanjutan.
“Kelompok tani harus menjadi bagian dari kemajuan daerah. Kalau dikelola dengan baik, pertanian memiliki potensi besar untuk dikembangkan menjadi wisata pertanian yang menarik sekaligus meningkatkan pendapatan masyarakat,” ujarnya.
Menurut Ika, pengembangan agrowisata dapat memberikan manfaat yang luas bagi masyarakat. Selain memperkenalkan potensi pertanian lokal kepada wisatawan, konsep tersebut juga berpeluang meningkatkan pemasaran hasil panen, membuka lapangan pekerjaan baru, mendorong tumbuhnya pelaku UMKM, serta menggerakkan roda perekonomian masyarakat di wilayah pedesaan.
“Kita perlu membangun kolaborasi antara pemerintah, kelompok tani, dan masyarakat. Dengan kebersamaan, saya yakin potensi pertanian di Binangun bisa berkembang menjadi destinasi wisata yang memberi nilai tambah bagi kesejahteraan warga,” ucap ika.
Ia menambahkan, pelaksanaan fungsi pengawasan DPRD tidak hanya bertujuan memastikan program pemerintah berjalan sesuai perencanaan, tetapi juga menjadi ruang untuk mendengar langsung kebutuhan masyarakat. Dalam kegiatan tersebut, berbagai aspirasi disampaikan warga, mulai dari pengembangan sektor pertanian, peningkatan infrastruktur penunjang, hingga upaya pelestarian budaya lokal sebagai bagian dari pembangunan daerah.
Melalui sinergi antara pemerintah daerah, DPRD, kelompok tani, pelaku budaya, dan masyarakat, Ika berharap seluruh potensi yang dimiliki Kecamatan Binangun dapat dikembangkan secara optimal. Menurutnya, kolaborasi menjadi kunci agar pembangunan tidak hanya berdampak pada pertumbuhan ekonomi, tetapi juga mampu menjaga jati diri dan kekayaan budaya daerah.
“Saya berharap seluruh aspirasi masyarakat dapat ditindaklanjuti. Jika budaya terus dilestarikan dan sektor pertanian dikembangkan secara kreatif, saya optimistis Kota Banjar akan semakin maju dan memiliki daya saing yang kuat,” pungkasnya. (iyul)