rekamjabar

WIITEX 2026 Jadi Momentum Pelepasan Ekspor Kopi Jawa Barat ke Mesir Senilai Rp4,65 Miliar

Kepala Disperindag Jabar, Nining Yuliastiani saat Pelepasan ekspor dilaksanakan pada Kamis (12/6/2026) sebagai bagian dari rangkaian pembukaan WIITEX 2026 yang berlangsung di Summarecon Mall Bandung. (Foto: Humas Jabar).

Bagikan:

Rekamjabar.com (Bandung) – West Java International Industry and Trade Expo (WIITEX) 2026 tidak hanya menjadi ajang promosi dan pengembangan komoditas unggulan Jawa Barat (Jabar), tetapi juga menjadi momentum penguatan ekspor produk daerah ke pasar internasional.

Salah satu rangkaian kegiatan yang digelar dalam acara tersebut adalah pelepasan ekspor kopi dari PT Zein Indo Trade, Kabupaten Bandung, menuju Mesir.

Pelepasan ekspor dilaksanakan pada Jumat (12/6/2026) sebagai bagian dari rangkaian pembukaan WIITEX 2026 yang berlangsung di Summarecon Mall Bandung.

Kepala Disperindag Jabar, Nining Yuliastiani mengatakan, Komoditas yang diekspor berupa Indonesian Green Beans Robusta dengan total volume mencapai 57,6 metrik ton (MT).

Ekspor tersebut dikirim menggunakan tiga kontainer berukuran 20 feet dengan nilai ekspor mencapai 259.200 dolar Amerika Serikat atau setara sekitar Rp4,65 miliar.

“Ini merupakan ekspor yang dilakukan oleh PT Zenit Indo Trade yang sebelumnya kami fasilitasi untuk melakukan pitching dan business matching dengan buyer dari beberapa negara,” ujar Nining di lokasi, Jumat (12/6/2026).

Mesir menjadi negara tujuan ekspor yang menunjukkan tingginya minat pasar internasional terhadap kopi asal Jabar.

Kegiatan pelepasan ekspor ini menjadi salah satu bukti nyata bahwa komoditas kopi Jabar memiliki daya saing yang kuat di pasar global.

Selain dikenal memiliki kualitas yang baik, kopi Jabar juga semakin mampu memenuhi kebutuhan pasar internasional yang terus berkembang.

Melalui penyelenggaraan WIITEX 2026, Pemerintah Daerah Provinsi Jabar terus mendorong peningkatan nilai tambah dan perluasan akses pasar bagi produk unggulan daerah, khususnya komoditas kopi, teh, dan kakao.

“Nilai ekspor kopi dan kakao terus meningkat. Sementara untuk teh, kami terus mendorong hilirisasi agar tidak hanya dijual dalam bentuk curah, tetapi menjadi produk premium seperti specialty tea, specialty cacao maupun produk wellness tea yang saat ini sedang berkembang di pasar global,” kata Nining.

Upaya tersebut dilakukan tidak hanya melalui promosi dan pameran, tetapi juga dengan memperkuat jejaring bisnis, memperluas peluang ekspor, serta meningkatkan kualitas produk agar mampu bersaing di pasar dunia.

Keberhasilan ekspor ini diharapkan dapat menjadi motivasi bagi para pelaku usaha, petani, dan pengekspor di Jabar untuk terus meningkatkan kualitas produk serta memperluas pasar ekspor ke berbagai negara.

Dengan kolaborasi seluruh pemangku kepentingan, komoditas unggulan Jabar diharapkan semakin berkontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi daerah sekaligus memperkuat posisi Indonesia dalam perdagangan global.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll to Top