Rekamjabar.com (Bandung) – Anggota DPRD Jabar Dapil XIII, Hj. Ika Siti Rahmatika, SE. terus menunjukkan komitmennya dalam mendorong perlindungan perempuan dan anak melalui sinergi dengan berbagai pihak.
Ika Siti Rahmatika bertemu dengan I Gusti Ayu Bintang Darmawati atau yang dikenal sebagai Bintang Puspayoga, Ketua DPP PDI Perjuangan bidang Perempuan dan Anak yang juga Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Republik Indonesia periode 2019–2024.
Dalam pertemuan tersebut, membahas pentingnya penguatan program perlindungan perempuan dan anak, peningkatan kesadaran masyarakat terhadap isu kekerasan, hingga penguatan peran perempuan dalam pembangunan sosial dan politik.
rasa syukur dan apresiasinya atas kesempatan berdiskusi langsung dengan Bintang Puspayoga. Menurutnya, arahan dan pengalaman yang diberikan menjadi bekal berharga dalam menjalankan tugas politik dan sosial di Jawa Barat.
“Alhamdulillah bertemu dengan Ibu I Gusti Ayu Bintang Darmawati yang juga dikenal sebagai Bintang Puspayoga, Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Indonesia periode 2019–2024 dan juga Ketua Bidang Perempuan dan Anak DPP PDI Perjuangan. Terima kasih Ibu atas bimbingan dan arahannya, serta oleh-oleh bukunya. Semoga menjadi ilmu yang bermanfaat dan semoga terus bisa bersinergi,” ujar Ika.
Lebih lanjut, anggota DPRD Jawa Barat ini juga menegaskan bahwa persoalan perempuan dan anak harus menjadi perhatian bersama. Ia menilai masih banyak tantangan yang perlu diselesaikan, mulai dari kekerasan terhadap perempuan dan anak, perlindungan hak-hak perempuan, hingga peningkatan kualitas kesehatan dan pendidikan keluarga.
“Sinergi dan kolaborasi menjadi kunci untuk menghadirkan solusi yang nyata. Kami di DPRD Jawa Barat akan terus mendorong program-program yang berpihak pada perempuan dan anak agar mereka mendapatkan perlindungan, pendidikan, dan kesempatan yang lebih baik,” kata Ika.
Ia berharap komunikasi dan kerja sama yang telah terjalin dapat terus diperkuat demi menciptakan masyarakat yang lebih peduli, aman, dan berkeadilan bagi perempuan serta anak-anak di Jawa Barat maupun Indonesia.