MQ Iswara Tantang Alumni Unpad Bantu Dongkrak IPM Jawa Barat

Rekamjabar.com (Bandung) – Ketua Ikatan Alumni Universitas Padjadjaran (IKA Unpad) Pengurus Provinsi Jawa Barat MQ Iswara meminta para pengurus dan alumni Unpad untuk ikut meningkatkan indeks pembangunan manusia (IPM) Jawa Barat melalui program yang berdampak langsung bagi masyarakat.

Iswara menilai, potensi alumni Unpad di Jawa Barat cukup besar untuk membantu pemerintah provinsi mengatasi berbagai persoalan, terutama di bidang pendidikan, kesehatan, dan daya beli masyarakat.

Dari sekitar 320.000 alumni Unpad, sebanyak 96.700 orang berdomisili dan bekerja di Jawa Barat. Menurut Iswara, jumlah tersebut menjadi modal besar bagi IKA Unpad Jabar untuk berkontribusi dalam pembangunan daerah.

“Oleh karena itu, jika kita bisa membantu pemprov Jabar, bisa membantu masalah-masalah yang ada di pemerintah, jadi kita sudah menyelesaikan sepertiga pekerjaan dari IKA Unpad Pusat. Karena sepertiga alumni IKA Unpad itu berada di Jawa Barat,” kata Iswara, Minggu (18/10/2026).

Ia mengatakan, para alumni memiliki latar belakang dan keahlian yang beragam, mulai dari kepala dinas, pengusaha, direktur utama bank, komisaris, hingga pengurus Kamar Dagang dan Industri (Kadin).

Menurut Iswara, potensi tersebut perlu diarahkan untuk mendukung program pemerintah daerah. Dengan kolaborasi yang tepat, keterlibatan alumni diharapkan bisa mendorong perbaikan indikator pembangunan di Jawa Barat.

“Ini rasanya ini, rasanya kalau kita ikut membantu program-program pemerintah Jawa Barat, setelah kita berkomunikasi dengan baik ya, rasanya harusnya ada daya ungkit. ada kenaikan indikator kinerja,” ujarnya.

Karena itu, Iswara meminta para alumni turut mendorong peningkatan IPM Jawa Barat. Ia menilai, IPM perlu menjadi salah satu fokus bersama karena menjadi ukuran pembangunan manusia.

“Makanya tadi saya tantang, Jawa Barat harus naik, karena ukuran pemerintah sekarang dari Human Development Index, IPM, ya mari IPM dulu kita genjot,” katanya.

Ia mencontohkan, jika Jawa Barat saat ini berada di peringkat ke-14, posisi tersebut diharapkan bisa naik ke peringkat ke-10 pada tahun berikutnya dan terus meningkat pada tahun-tahun selanjutnya.

Iswara menjelaskan, peningkatan IPM perlu didorong melalui tiga aspek utama, yakni pendidikan, kesehatan, dan daya beli masyarakat.

Pada sektor pendidikan, salah satu indikator yang perlu diperhatikan adalah rata-rata lama sekolah. Sementara di bidang kesehatan, upaya dapat difokuskan pada penurunan angka stunting, kematian ibu melahirkan, dan kematian bayi.

Adapun pada aspek daya beli, keterlibatan alumni diharapkan dapat membantu meningkatkan kemampuan ekonomi masyarakat.

Selain mendorong peningkatan IPM, IKA Unpad Jabar juga menyoroti persoalan yang membutuhkan penanganan segera, salah satunya potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Iswara menyebut, indikasi titik panas mulai terlihat di sejumlah daerah di Jawa Barat. Kawasan Taman Nasional Gunung Ciremai serta Gunung Gede Pangrango menjadi wilayah yang perlu diwaspadai.

Menurut dia, ancaman tersebut perlu mendapat perhatian, terutama dengan adanya perkiraan fenomena El Nino yang berlangsung lebih panjang.

“Kita khawatir daerah hutan dan perkebunan yang ada di kita juga terdampak nantinya, terdampak El Nino. Itu yang crash program,” katanya.

Sebagai tindak lanjut, IKA Unpad Jabar berencana menggelar rapat koordinasi dengan sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD) serta mengundang para pakar untuk membahas langkah penanganan yang diperlukan.

Iswara menilai, ancaman karhutla tidak bisa dianggap sepele. Terlebih, asap kebakaran dari sejumlah wilayah di luar Jawa dilaporkan telah mencapai Banten, Jawa Barat, dan DKI Jakarta.

Di luar persoalan tersebut, IKA Unpad Jabar juga berkomitmen menjaga komunikasi antaralumni serta membantu Unpad meningkatkan daya saing di tingkat internasional.

Iswara mengatakan, pihaknya ingin mendukung target Unpad untuk masuk dalam 300 besar universitas dunia.

Selain itu, IKA Unpad Jabar siap berkolaborasi dengan Pemerintah Provinsi Jawa Barat dalam menjalankan program pembangunan yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat.

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *