Kebakaran Gunung Ciremai, Dedi Mulyadi Siapkan Rp250.000 per Orang untuk Padamkan Kebakaran

Rekamjabar.com (Kuningan) – Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi atau KDM meminta kepala desa, ketua RT dan RW, serta camat di sekitar Gunung Ciremai segera mengerahkan warga untuk membantu memadamkan kebakaran hutan dan lahan. KDM yang tengah dalam perjalanan menuju titik api menyiapkan insentif Rp250.000 per orang untuk sehari kerja pemadaman, disertai bonus apabila api bisa segera dipadamkan.

Dia secara khusus meminta warga Desa Seda, Desa Cibuntu, dan Kecamatan Pasawahan turut terlibat dalam upaya pemadaman agar api tidak terus menjalar.

“Kami menyiapkan Rp250 ribu per orang untuk sehari kerja pemadaman api. Dan apabila apinya cepat terpadamkan segera, kami memberikan bonus,” ujar KDM dalam pesannya kepada masyarakat.

Menurut KDM, pengerahan warga dalam jumlah besar dapat membantu mempercepat pemadaman. Dia mengingatkan kebakaran yang terus meluas berpotensi mengancam kehidupan masyarakat di sekitar kawasan gunung.

“Kalau ada seribu orang warga naik ke sini, dalam satu jam apinya juga selesai,” katanya.

KDM bertolak menuju lokasi kebakaran untuk memimpin langsung penanganan api. Dia meminta doa masyarakat Jawa Barat agar kebakaran segera teratasi dan seluruh tim yang bertugas dapat menjalankan upaya pemadaman dengan baik.

“Saat ini saya perjalanan menuju Gunung Ciremai. Mohon doanya pada seluruh warga Jawa Barat dan seluruh warganet, agar kebakaran Gunung Ciremai segera teratasi dan saya akan ke lokasi memimpin langsung upaya pemadaman api,” ujar KDM.

Dia mengingatkan kebakaran yang tidak segera dikendalikan berpotensi meluas dan menimbulkan kerawanan yang lebih besar. Meski pemadaman di kawasan pegunungan bukan pekerjaan mudah, KDM berharap api dapat segera dikendalikan.

“Karena kalau dibiarkan, akan menimbulkan kerawanan kebakaran yang lebih luas,” katanya.

KDM juga mengimbau masyarakat tidak membakar ilalang untuk kepentingan pertanian maupun keperluan lainnya. Kondisi cuaca yang masih terik dan hujan yang belum turun secara merata, menurutnya, meningkatkan risiko kebakaran.

“Jangan melakukan pembakaran-pembakaran ilalang untuk kepentingan pertanian dan sejenisnya. Di tengah-tengah udara lagi terik dan hujan masih belum turun secara merata,” ucapnya.

Berdasarkan laporan Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalops PB) BPBD Jawa Barat, kebakaran hutan dan lahan terjadi di dua lokasi di Kabupaten Kuningan pada Rabu (21/10/2026), yakni Desa Pasayangan, Kecamatan Lebakwangi, dan Desa Cibuntu, Kecamatan Pasawahan.

Di Desa Pasayangan, kebakaran melanda lahan bambu dengan luas keseluruhan sekitar 2 hektare. Dari luasan tersebut, sekitar 1,5 hektare dilaporkan terbakar.

Sementara itu, kebakaran juga terjadi di kawasan hutan Desa Cibuntu, tepatnya di wilayah Resor Pasawahan SPTN Wilayah I Kuningan. Luas area yang terbakar di lokasi tersebut masih dalam penghitungan.

Penanganan kebakaran melibatkan BPBD Kabupaten Kuningan, Taman Nasional Gunung Ciremai (TNGC), serta petugas pemadam kebakaran dan Satpol PP Kabupaten Kuningan. Lima personel piket dari UPT Pemadam Kebakaran Satpol PP Kabupaten Kuningan melakukan pemadaman dan pendinginan di lahan bambu Desa Pasayangan selama sekitar 35 menit.

Selain itu, Brigade Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan (Brigdalkarhutla) TNGC bersama masyarakat sekitar bergerak menuju lokasi untuk melakukan pemadaman dan pengamanan kawasan hutan. Penyebab kebakaran hingga kini belum diketahui.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *